Dalam aktivitas jual beli, proses pengiriman barang menjadi salah satu bagian yang menentukan apakah pesanan dapat sampai ke tangan pelanggan dengan aman dan tepat waktu.
Memahami proses pengiriman barang menjadi penting bagi pelanggan maupun pelaku bisnis agar dapat memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan, biaya, jarak, serta karakteristik barang yang akan dikirim.
Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan pengiriman barang, apa saja jenis layanannya, dan bagaimana prosesnya hingga paket sampai ke penerima? Simak pembahasan lengkapnya berikut ini.
Apa itu Pengiriman Barang?
Pengiriman barang merupakan sebuah proses dalam memindahkan barang dari satu lokasi ke lokasi lain, bisa dari penjual, gudang, toko, atau produsen menuju pembeli, pelanggan, cabang, maupun lokasi tujuan tertentu dengan menggunakan layanan transportasi atau perusahaan logistik.
Dalam konteks bisnis, pengiriman barang tidak hanya berarti membawa paket dari titik A ke titik B.
Prosesnya dapat mencakup penerimaan barang, pengecekan, pengemasan, penentuan layanan pengiriman, penjemputan, penyortiran, transportasi, pelacakan, hingga barang diterima oleh penerima barang.
Mengapa Pengiriman Barang Menjadi Hal Penting Bagi Bisnis?
1. Menjaga Kepuasan Pelanggan
Selain menilai kualitas produk yang dibeli, pastinya pelanggan juga menilai ketepatan waktu barang tersebut tiba dan melihat apakah kondisi barang yang dibawa dalam keadaan baik atau tidak.
2. Membangun Kepercayaan Terhadap Bisnis
Pengiriman yang konsisten dan dapat diandalkan akan membuat pelanggan menjadi lebih percaya untuk melakukan transaksi kembali.
3. Memperluas Jangkauan Pasar
Dengan adanya layanan pengiriman, bisnis bisa menjual produk kepada pelanggan dimana saja. Produk dapat dikirim ke berbagai kota, daerah, bahkan antar pulau.
4. Mendukung pertumbuhan penjualan online
Dalam bisnis e-commerce, marketplace, maupun webstore, pengiriman merupakan bagian penting dari proses transaksi. Semakin mudah pilihan pengirimannya, semakin besar peluang pelanggan menyelesaikan pembeliannya.
5. Membantu Proses Pemenuhan Pesanan
Sistem pengiriman yang terorganisir membantu bisnis menangani banyak pesanan sekaligus mulai dari pemilihan kurir, pickup barang, pencetakan resi otomatis, hingga pemantauan status paket.
Jenis-Jenis Layanan Pengiriman Barang
1. Pengiriman Regular
Layanan regular adalah jenis pengiriman standar dengan waktu pengiriman yang relatif normal dan biaya lebih terjangkau.
Layanan ini cocok untuk pelanggan yang tidak membutuhkan barang dalam waktu cepat. Estimasi pengiriman berkisar beberapa hari tergantung jarak dan wilayah tujuan.
2. Pengiriman Next Day
Next day adalah layanan pengiriman yang menargetkan barang tiba pada hari berikutnya setelah paket dikirim.
Layanan ini cocok untuk pelanggan yang membutuhkan barang lebih cepat dibandingkan pengiriman regular.
3. Pengiriman Same Day
Same day merupakan layanan pengiriman yang memungkinkan barang dikirim dan diterima pada hari yang sama.
Jenis pengiriman ini biasanya digunakan untuk pengiriman dalam kota atau wilayah dengan jarak yang relatif dekat.
4. Pengiriman Instant
Pengiriman instant digunakan untuk kebutuhan pengiriman yang sangat cepat, biasanya hanya dalam beberapa jam setelah barang diambil oleh kurir.
Layanan ini cocok untuk barang yang bersifat mendesak, dokumen penting, makanan, atau produk yang membutuhkan pengiriman cepat.
5. Pengiriman Cargo
Cargo digunakan untuk mengirim barang dalam jumlah besar, berat, atau memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan paket biasa.
Layanan ini banyak digunakan oleh bisnis untuk mengirim stok barang, peralatan, bahan baku, atau produk dalam jumlah banyak. Biaya cargo biasanya dihitung berdasarkan berat, volume, atau jenis transportasi yang digunakan.
6. Pengiriman COD (Cash on Delivery)
COD adalah metode pengiriman yang memungkinkan pelanggan melakukan pembayaran ketika barang telah sampai.
Dalam sistem ini, kurir biasanya menerima pembayaran dari pelanggan kemudian meneruskannya kepada penjual sesuai prosedur perusahaan logistik.
7. Pengiriman Antar Kota
Pengiriman antar kota digunakan untuk mengirim barang dari satu kota ke kota lainnya.
Layanan ini dapat menggunakan berbagai moda transportasi seperti kendaraan darat, kereta, udara, atau kombinasi beberapa moda transportasi.
8. Pengiriman Antar Pulau
Pengiriman antar pulau digunakan untuk mendistribusikan barang ke wilayah yang berbeda pulau.
Pengiriman dapat dilakukan melalui jalur laut, udara, maupun kombinasi transportasi darat dan laut. Jenis layanan ini banyak digunakan untuk distribusi skala besar maupun pengiriman e-commerce ke berbagai wilayah Indonesia.
9. Pengiriman Darat
Pengiriman darat menggunakan kendaraan seperti motor, mobil, van, atau truk. Layanan ini umum digunakan untuk pengiriman dalam kota maupun antar kota.
10. Pengiriman Udara
Pengiriman udara menggunakan pesawat untuk mengirim barang dalam waktu lebih cepat ke lokasi yang jauh.
Layanan ini cocok untuk kebutuhan pengiriman cepat antar kota atau antar pulau, meskipun biaya pengirimannya biasanya lebih tinggi dibandingkan jalur darat atau laut.
11. Pengiriman Laut
Pengiriman laut menggunakan kapal untuk mengangkut barang dalam jumlah besar atau berat.
Layanan ini biasanya digunakan untuk cargo, distribusi antar pulau, dan kebutuhan bisnis dengan volume barang besar. Waktu pengirimannya cenderung lebih lama, tetapi biaya per kilogram biasanya lebih murah untuk pengiriman skala besar.
Bagaimana Cara Kerja Proses Pengiriman Barang?
1. Pesanan atau permintaan pengiriman dibuat
Proses dimulai ketika pelanggan melakukan pembelian atau ketika bisnis membuat permintaan pengiriman barang ke lokasi tertentu.
Data yang biasanya dicatat meliputi nama penerima, alamat, nomor telepon, jenis barang, berat, serta layanan pengiriman yang dipilih.
2. Barang disiapkan
Penjual atau tim gudang mengambil barang sesuai pesanan. Pada tahap ini biasanya dilakukan pengecekan SKU, jumlah barang, kondisi produk, dan kecocokan dengan pesanan pelanggan.
3. Barang dikemas
Barang kemudian dikemas agar aman selama perjalanan. Jenis kemasan disesuaikan dengan karakteristik barang, misalnya kardus, bubble wrap, plastik, atau kemasan tambahan untuk barang yang mudah pecah.
4. Label atau resi pengiriman dibuat
Setelah barang siap, sistem pengiriman akan menghasilkan nomor resi atau label pengiriman. Label ini biasanya berisi informasi pengirim, penerima, alamat tujuan, barcode, dan nomor tracking.
5. Barang diserahkan kepada kurir
Paket dapat diambil langsung oleh kurir melalui layanan pickup atau diserahkan oleh pengirim ke agen, drop point, maupun kantor perusahaan logistik.
6. Barang masuk ke pusat sortir
Paket yang diterima akan dikumpulkan dan dipisahkan berdasarkan wilayah tujuan, jenis layanan, rute, atau metode transportasi yang digunakan.
7. Barang dikirim ke wilayah tujuan
Setelah proses sortir, paket masuk ke tahap transportasi utama atau line haul. Pengiriman dapat menggunakan motor, mobil, truk, kapal, pesawat, atau kombinasi beberapa moda transportasi.
8. Barang tiba di hub atau gudang tujuan
Setelah sampai di kota atau wilayah tujuan, paket kembali disortir berdasarkan area pengantaran yang lebih spesifik.
9. Last-mile delivery
Paket diberikan kepada kurir yang bertugas mengantarkan barang dari hub terakhir ke alamat penerima. Tahap ini dikenal sebagai last-mile delivery.
10. Barang diterima oleh pelanggan
Kurir menyerahkan barang kepada penerima. Pada beberapa layanan, penerima perlu memberikan tanda tangan, kode OTP, foto bukti penerimaan, atau melakukan pembayaran apabila menggunakan COD.
11. Status pengiriman diperbarui
Setelah barang diterima, status biasanya berubah menjadi delivered atau selesai. Jika terjadi masalah seperti alamat tidak ditemukan, penerima tidak tersedia, atau paket gagal dikirim, sistem akan mencatat status tersebut untuk proses tindak lanjut.
Setelah memahami jenis layanan dan bagaimana proses pengiriman barang berlangsung, langkah selanjutnya adalah mengetahui cara mengirim barang dengan benar agar paket dapat sampai ke tujuan dengan aman dan sesuai estimasi.