Mengirim barang tidak semudah memberikan barang kepada kurir atau ekspedisi untuk diantarkan ke pelanggan, ada beberapa hal yang harus dilakukan agar barang sampai tujuan dengan benar dan aman.
Lalu, bagaimana cara mengirim barang lewat ekspedisi dengan benar? Berikut langkah-langkah yang bisa Anda ikuti.
1. Siapkan Barang yang Akan Dikirim
Pastikan barang yang akan dikirim sudah sesuai dengan pesanan atau kebutuhan penerima. Periksa kembali jumlah, jenis, ukuran, dan kondisi barang sebelum dikemas.
Untuk barang tertentu seperti makanan, barang pecah belah, elektronik, cairan, atau barang bernilai tinggi, biasanya diperlukan penanganan dan pengemasan khusus.
2. Kemas Barang dengan Aman
Gunakan kemasan yang sesuai dengan karakteristik barang, misalnya kardus, bubble wrap, plastik, styrofoam, atau peti kayu.
Tujuan pengemasan adalah melindungi barang dari benturan, tekanan, air, maupun risiko kerusakan selama proses pengiriman. Pastikan kemasan tertutup dengan rapat menggunakan lakban atau segel.
3. Cantumkan Data Pengirim dan Penerima
Siapkan informasi pengiriman secara lengkap, data-datanya yaitu nama penerima, nomor telepon penerima, alamat lengkap, kecamatan, kota atau kabupaten, & provinsi, kode pos, nama & nomor telepon pengirim.
4. Pilih Ekspedisi dan Jenis Layanan
Selanjutnya, pilih perusahaan ekspedisi yang sesuai dengan kebutuhan. Pertimbangkan beberapa hal seperti jangkauan pengiriman, estimasi waktu, tarif, jenis barang, dan layanan yang tersedia.
Biasanya ekspedisi menyediakan beberapa pilihan layanan, regular, next day, same day, instant, cargo, hingga COD. Pilih layanan berdasarkan seberapa cepat barang perlu sampai dan anggaran pengiriman yang tersedia.
5. Cek Ongkos Kirim
Sebelum mengirim barang, lakukan cek ongkir atau biaya pengiriman berdasarkan asal, tujuan, berat, volume, dan jenis layanan.
Perlu diperhatikan bahwa sebagian ekspedisi menggunakan berat aktual atau berat volumetrik untuk barang berukuran besar dan memiliki bobot yang ringan.
6. Serahkan Barang ke Ekspedisi
Barang dapat dikirim dengan mendatangi agen atau counter ekspedisi terdekat. Beberapa perusahaan ekspedisi juga menyediakan layanan pickup, sehingga kurir dapat mengambil paket langsung dari rumah, toko, kantor, atau gudang pengirim.
Setelah barang diterima, pihak ekspedisi biasanya akan melakukan pengecekan, penimbangan, dan memasukkan data pengiriman ke dalam sistem.
7. Dapatkan Nomor Resi
Setelah transaksi pengiriman selesai, pengirim akan mendapatkan nomor resi. Nomor ini menjadi identitas paket selama proses pengiriman dan dapat digunakan untuk mengetahui status perjalanan barang.
Sebaiknya simpan nomor resi hingga barang benar-benar diterima.
8. Lacak Perjalanan Barang
Gunakan nomor resi untuk melakukan tracking melalui website atau aplikasi ekspedisi.
Melalui fitur pelacakan, pengirim dan penerima dapat mengetahui status paket, misalnya paket sudah diterima di agen, sedang disortir, dalam perjalanan ke kota tujuan, sedang dibawa kurir, atau sudah diterima.
9. Barang Diantarkan ke Penerima
Setelah sampai di area tujuan, paket akan diteruskan ke kurir untuk proses pengantaran terakhir atau last mile delivery.
Kurir kemudian mengantarkan barang ke alamat penerima. Pada beberapa layanan, penerima juga dapat menerima notifikasi ketika paket sedang dalam proses pengantaran.
10. Pastikan Barang Sudah Diterima
Tahap terakhir adalah memastikan barang telah diterima oleh penerima dalam kondisi yang baik. Beberapa ekspedisi menyediakan proof of delivery, seperti nama penerima, foto, tanda tangan, atau status pengiriman pada sistem.
Permudah Pengiriman Barang dari Berbagai Ekspedisi Menggunakan Jubelio Shipment
Jika kebutuhan pengiriman bisnis semakin bertambah, mengelola banyak pilihan ekspedisi satu per satu bisa menjadi kurang praktis.
Karena itu, kamu bisa mempertimbangkan penggunaan platform aggregator logistik seperti Jubelio Shipment untuk membantu proses pengiriman menjadi lebih sederhana, mulai dari memilih layanan ekspedisi hingga mengelola pengiriman dalam satu dashboard.
